Banyak orang tua memiliki anggapan bahwa gigi susu anak tidak perlu perawatan khusus karena "nanti juga akan tanggal dan diganti oleh gigi permanen". Faktanya, kesehatan gigi susu sangat menentukan pertumbuhan gigi permanen si kecil di masa depan.

Ada kalanya gigi susu harus dicabut lebih awal dari waktunya. Namun, pencabutan ini tidak boleh dilakukan sembarangan di rumah. Mencabut gigi dengan cara tradisional (seperti diikat benang) berisiko menyisakan akar gigi di dalam gusi dan memicu infeksi.

Lalu, kapan Ayah dan Bunda harus membawa si kecil ke klinik untuk cabut gigi? Berikut adalah kondisi gigi anak yang wajib ditangani oleh dokter gigi:

1. Gigi Berlubang Sangat Parah (Karies Ekstensif)

Anak-anak sangat rentan terhadap gigi berlubang akibat konsumsi makanan manis dan kebersihan mulut yang belum maksimal. Jika lubang pada gigi sudah sangat besar, mencapai saraf, dan struktur mahkota gigi sudah hancur sehingga tidak bisa lagi ditambal atau diselamatkan dengan perawatan saluran akar, maka pencabutan adalah satu-satunya jalan untuk menghentikan rasa sakit.

2. Infeksi dan Abses Gigi

Gigi berlubang yang dibiarkan dapat menyebabkan bakteri masuk ke ruang saraf dan memicu infeksi. Gejala utamanya adalah munculnya benjolan berisi nanah (abses) pada gusi di dekat gigi yang sakit, disertai pembengkakan pipi dan demam. Dalam kondisi ini, dokter gigi harus mencabut gigi tersebut agar infeksi tidak menyebar ke organ tubuh lain atau merusak benih gigi permanen di bawahnya.

3. Gigi Permanen Sudah Tumbuh (Gigi Bertumpuk / Persistensi)

Terkadang, gigi permanen anak sudah mulai menembus gusi sebelum gigi susu di atasnya goyang atau tanggal. Kondisi ini menyebabkan gigi terlihat bertumpuk atau tumbuh di barisan belakang (sering disebut shark teeth). Gigi susu yang "bandel" ini harus segera dicabut oleh dokter gigi agar gigi permanen memiliki ruang untuk bergeser ke posisi yang seharusnya dan tumbuh sejajar.

4. Gigi Goyang yang Menyakitkan dan Mengganggu

Gigi susu yang sudah sangat goyang tetapi tidak kunjung lepas seringkali membuat anak merasa tidak nyaman, kesulitan mengunyah makanan, atau bahkan memicu peradangan pada gusi di sekitarnya. Daripada anak terus menerus menahan sakit atau kekurangan nutrisi karena malas makan, dokter gigi dapat membantu mencabutnya dengan cepat, aman, dan tanpa rasa sakit.

5. Persiapan Perawatan Ortodonti (Kawat Gigi)

Pada beberapa kasus anak dengan rahang yang kecil, gigi permanen mereka mungkin tumbuh berdesakan karena kurangnya ruang. Jika anak sedang merencanakan perawatan kawat gigi (ortodonti) di usia remajanya, dokter gigi atau ortodontis mungkin akan merekomendasikan pencabutan satu atau beberapa gigi untuk memberikan ruang agar susunan gigi bisa dirapikan.

Bahaya Mencabut Gigi Anak Sendiri di Rumah!

Hindari mencabut gigi anak sendiri menggunakan tangan kosong, benang, atau alat lain yang tidak steril. Risiko yang bisa terjadi meliputi:

  • Akar gigi patah dan tertinggal di dalam gusi.
  • Pendarahan hebat yang sulit dihentikan.
  • Trauma psikologis pada anak akibat rasa sakit yang tidak diantisipasi dengan anestesi.
  • Infeksi bakteri akibat alat yang tidak steril.

Percayakan Senyum Si Kecil pada Ahlinya

Cabut gigi tidak harus menjadi pengalaman yang menakutkan bagi anak. Di klinik kami, tim dokter gigi anak (pedodontis) dan dokter gigi umum kami dilengkapi dengan pendekatan psikologis yang ramah anak, serta teknologi anestesi lokal yang membuat prosedur berjalan cepat dan minim rasa sakit.

Jika Ayah dan Bunda mendapati tanda-tanda masalah pada gigi si kecil seperti yang disebutkan di atas, segera jadwalkan konsultasi di klinik kami. Mari bersama-sama menjaga kesehatan senyum masa depan buah hati Anda!